Selasa, 18 Juni 2013

Hormon Pada Wanita



HORMON WANITA

Hormon adalah zat kimiawi berupa getah yang dihasilkan kelenjar endokrin dan disekresikan secara alami yang kemudian dibawa darah ke areal yang dituju yang ditentukan . maka begitu dikeluakan hormon menimbulkan efek tertentu sesuai dengan fungsinya masing-masing. Misal
1.     Perubahan Fisik yang ditandai dengan tumbuhnya rambut di daerah tertentu dan bentuk tubuh yang khas pada pria dan wanita (payudara membesar, lekuk tubuh feminin pada wanita dan bentuk tubuh maskulin pada pria).
2.     Perubahan Psikologis: Perilaku feminin dan maskulin, sensivitas, mood/suasana hati.
3.     Perubahan Sistem Reproduksi: Pematangan organ reproduksi, produksi organ seksual (estrogen oleh ovarium dan testosteron oleh testis).

Di balik fungsinya yang mengagumkan, hormon kadang jadi biang keladi berbagai masalah.
  • Misalnya siklus haid (menstruasi) yang tidak teratur
  • Tumbuhnya jerawat yang membabi buta di wajah
  • Hormon pula yang kadang membuat kita senang atau sedih tanpa sebab.
  • dan ini terjadi pada semua orang tanpa melihat kasta
  • misalnya mengalami saat pubertas dengan perilaku yang ditimbulkan .
Jadi Hormon memiliki fungsi yang sangat spesifik pada masing-masing sel sebagai sasarannya. Tak heran, satu macam hormon bisa memiliki aksi yang berbeda-beda sesuai sel yang menerimanya saat dialirkan oleh darah.

Pada dasarnya hormon bisa dibagi menurut komposisi kandungannya yang berbeda-beda sebagai berikut:
  • ormon yang mengandung asam amino (epinefrin, norepinefrin, tiroksin dan triodtironin).
  • Hormon yang mengandung lipid (testosteron, progesteron, estrogen, aldosteron, dan kortisol).
  • Hormon yang mengandung protein (insulin, prolaktin, vasopresin, oksitosin, hormon pertumbuhan (growth hormone), FSH, LH, TSH).

Hormon bisa dibuat secara sintetis. Di antaranya adalah hormon wanita yaitu estrogen dan progesteron yang dibuat dalam bentuk pil. Pil ini merupakan bentuk utama kontrasepsi yang digunakan wanita seluruh dunia untuk memudahkan mereka menentukan saat yang tepat: kapan harus mempunyai anak dan jarak usia tiap anak.

HORMON WANITA
  • Hormon wanita ini terutama dibentuk di ovarium (hormon pria dibentuk di testis).
  • Baik pria maupun wanita, pada dasarnya memiliki jenis hormon yang relatif sama.
  • Hanya kadarnya yang berbeda.
  • Hormon seksual wanita antara lain progesteron dan estrogen.
  • Hormon seksual pria antara lain androstenidion dan testosteron (androgen).
  • Pada wanita, hormon seksual kewanitaannya lebih banyak ketimbang pria. Begitu pula sebaliknya. OK

ESTROGEN
  • Diproduksi : Ovarium ( Folicle de Graf )
  • Diaktifkan oleh : FSH dari Hipofise
  • Junlahnya banyak ketika Pra Ovulasi ( sebelum terjadi ovulasi)
  • junlahnya menurun setelah ovulasi dan kedudukannya digantikan oleh Progesteron (ingat FELP me)
  • Berpengaruh besar pada sekresisi LH dan penyetopan FSH

Peran
  • Untuk membentuk dinding endometrium pada uterus
  • Merangsng keluanya LH dari hipofise
  • Menghentikan sekresi FSH dari Hipofise
  • Mempengaruhi perkembangan kelamin sekunder wanita
  • Estrogen merupakan bentukan dari androstenidion (hormon seksual pria yang utama) yang dihasilkan ovarium.
  • Selain androstenidion, ovarium juga mengeluarkan testosteron dan dehidroepiandrosteron, tapi dalam jumlah yang sedikit untuk wanita .

PROGESTERON.
  • Hormon ini merupakan bentukan dari pregnenolon yang dihasilkan oleh kelenjar dan berasal dari kolesterol darah.
  • diaktifkan oleh Hormon LH dari hipofise
  • Jumlahnya akan banyak dijumpai di darah ketika sudah terjadi Ovulasi
  • Akan terus berkurang menjelang menstruasi ,
  • Berperan penting dalam indikator menstruasi , Jumlah nya semakin sedikit maka menyebabkan terkelupasnya dinding endometrium
  • Hormon ini akan bertambah banyak ketika terjadi fertilisasi sperma dan ovum ketika membentuk zygot dan diilanjutkan implantasi
  • Diproduksi oleh Korpus Luteum / badan kuning di Ovarium setelah terjadi ovulasi , dan juga diproduksi di Placenta setelah terjadi fertilisasi
TESTOSTERON dan DEHIDROEPIANDROSTERON.
  • Hormon ini yang juga diproduksi di ovarium /Corpus luteum dalam jumlah yang sangat sedikit.
  • Hormon ini dibutuhkan oleh wanita karena berhubungan dengan daya tahan tubuh dan libido (gairah seksual).
EFEK HORMON TERHADAP WANITA
  • Hormon-hormon pada tubuh wanita berperan penting dalam perjalanan hidupnya termasuk pada keindahan kulit
  • dan efek efek terbentuknya kelamin sekunder
Berikut ini adalah peran Hormon utama wanita:

Hormon Estrogen:
  • Mempertahankan fungsi otak.
  • Mencegah gejala menopause (seperti hot flushes) dan gangguan mood.
  • Meningkatkan pertumbuhan dan elastisitas serta sebagai pelumas sel jaringan (kulit, saluran kemih, vagina, dan pembuluh darah).
  • Pola distribusi lemah di bawah kulit sehingga membentuk tubuh wanita yang feminin.
  • Produksi sel pigmen kulit.
  • Estrogen juga mempengaruhi sirkulasi darah pada kulit, mempertahankan struktur normal kulit agar tetap lentur
  • Menjaga kolagen kulit agar terpelihara dan kencang serta mampu menahan air.
Hormon Progesteron:
Sebenarnya hormon ini tidak terlalu berhubungan langsung dengan keadan kulit tetapi sedikit banyak ada pengaruhnya karena merupakan pengembangan estrogen dan kompetitor androgen.
Fungsi utama hormon
progesteron lebih pada sistem reproduksi wanita, yaitu:
  • Mengatur siklus haid, dengan mempertahankan dinding endometrium , jika jumlahnya banyak dinding akan menempel kuat , jika jumlahnya sedikit maka Luruhlah dinding karena tidak ada lagi yang mempertahankan , inilah yang disebut Menstruasi
  • Mengembangkan jaringan payudara.
  • Menyiapkan rahim pada waktu kehamilan.
  • Melindungi wanita pasca menopause terhadap kanker endometrium.
Hormon Androgen:
Hormon ini berfungsi untuk:
  • Merangsang dorongan seksual.
  • Merangsang pembentukan otot, tulang, kulit, organ seksual dan sel darah merah.
  • Hormon ini cukup berpengaruh pada penampilan kulit dan pertumbuhan rambut, yaitu dengan menstimulasi akar rambut dan kelenjar sebum (kelenjar minyak) yang terletak di bagian atas akar rambut.
  • Kelenjar sebum menghasilkan sekresi lemak atau minyak yang berfungsi melumasi rambut dan kulit.
  • Tetapi bila berlebihan minyak ini akan memicu tumbunya akne atau jerawat, sehingga mengganggu keindahan penampilan kulit.
  • Gangguan kelenjar sebum juga bisa mengakibatkan alopesia androgenika (kebotakan), terutama pada pria.
  • Sebaliknya pada wanita, ketidakseimbangan hormon Androgen (hormonal imbalance) bisa menyebabkan hirsutisme di mana rambut tumbuh berlebihan di daerah-daerah yang tidak semestinya.
  • Aktivitas kelenjar sebum sangat dipengaruhi hormon androgen. Kerja kelenjar ini memuncak pada saat seseorang mencapai masa pubertas.
  • Semakin tinggi tingkat kerjanya, semakin banyak pula sekresi yang dihasilkan kelenjar ini.
  • Sekresi kelenjar sebum pada pria lebih tinggi secara signifikan ketimbang pada wanita. Tak heran kulit wajah pria tampak lebih berminyak dibanding wanita. Efek kerja kelenjar sebum mulai berkurang pada wanita sesaat menjelang menopause.
  • Hiper-androgen pada wanita dengan ciri-ciri aktivitas hormon androgen melebihi normal ternyata merupakan masalah yang cukup umum terjadi walaupun belum diketahui penyebabnya dan mempengaruhi 10-20% wanita usia reproduktif.
Gejala Hiper-Androgen pada kulit wanita.
  • Seperti telah dijelaskan sebelumnya, hormon androgen yang berlebih akan mengakibatkan efek negatif pada kulit dan kecantikan wanita.
  • Walaupun bukan merupakan kondisi yang fatal tetapi bisa berefek sosial-psikologis dan mengurangi rasa percaya diri bahkan mempengaruhi kualitas hidup.
Gejala-gejala itu antara lain:
  • Kulit berminyak dan komedo.
  • Kondisi ini merupakan cikal bakal gejala yang lebih parah seperti ketombe dan jerawat.
Berlebihnya produksi minyak di kulit wajah dipengaruhi oleh:
  • Tingginya kadar androgen bebas yang akan memicu aktivitas kelenjar minyak dan sebum.
  • Meningkatnya kepekaan target organ atau sebum terhadap androgen sehingga walaupun kadar androgen bebas dalam batas normal aktivitas sebum tetap meningkat.
  • Akne / Jerawat. Banyak faktor yang dapat memicu timbulnya jerawat antara lain komedo, minyak dan peradangan (inflamasi). B
  • Belum lagi ada pula pengaruh dari luar seperti pemakaian kosmetik yang bisa menyumbat aliran sekresi kelenjar sebum ke permukaan apa lagi dalam jangka panjang ditambah kondisi iklim tropis yang panas dan lembab.
  • Hirsutisme. Sekitar 5-8% wanita usia reproduktif menderita hirsutisme yaitu pola pertumbuhan atau distribusi rambut menyerupai pria (male hair pattern), misalnya di atas bibir, dagu, dada, pinggang dan paha. Ada 40-80% dari penderita ini menunjukkan peningkatan produksi testosteron dari 200-300 juta (microgram) per hari menjadi 700-800 juta per hari.
  • Alopesia Androgenika (kebotakan). Gejala ini merupakan kebalikan dari hirsutisme. Penyebabnya sama:ketidakseimbangan androgen.
  • Masalah kebotakan ini biasa dialami oleh pria. Rambut hilang secara perlahan-lahan di daerah dahi, terus menjalar ke daerah ubun-ubun dan meluas secara lambat atau cepat ke seluruh bagian atas kepala.
Gejala Hiper-Androgen secara sistemik.
Selain gangguan pada kulit, ketidakseimbangan hormon androgen juga berpengaruh secara sistemik yang ditandai dengan gejala-gejala seperti pada sistem reproduksi berupa:
  • Gangguan siklus menstruasi, a-menore (nyeri haid), dan an-ovulasi.
  • Siklus haid yang tidak teratur merupakan gejala ketidakseimbangan hormonal dan sedikit banyak berpengaruh pada tingkat kesuburan seorang wanita.
  • Jika siklus haid Anda tidak teratur lebih dari 3 bulan berturut-turut, sebaiknya konsultasikan dengan ginekolog, karena jika tidak mendapat penanganan yang serius dapat menyebabkan berbagaicperubahan morfologis pada rahim yang disebut PCOS (Poly – Cystic - Ovarian – Syndrome) dan dalam jangka panjang
PCOS bisa menyebabkan infertilitas (mandul).
  • Abnormalitas metabolisme tubuh. Gejala yang tampak antara lain:
  • Profil lemak yang tidak normal (obesitas atau terlalu kurus).
  • Resistensi insulin sehingga berakibat peningkatan resiko kencing manis (diabetis mellitus).
  • Peningkatan resiko penyakit jantung (kardiovaskular)