Rabu, 19 November 2014

Makalah Hipotermi



A.    Latar Belakang

Dewasa ini penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% kematian terjadi dalam  periode neonatal. Oleh karena  itu, upaya pembinaan kesehatan bayi dimulai dari pemenuhan kebutuhan primer sejak dalam  kandungan. Kurang baiknya penanganan BBL akan menyebabkan kelainan-kelainan yang dapat berakibat fatal bagi bayi. Misalnya hipotermi pada BBL yang selanjutnya menyebabkan hipotisemia dan hipoglekemia. Dan yang tak kurang pentingnya adalah  pencegahan  terhadap infeksi yang dapat terjadi melalui tali pusat pada waktu memotong tali pusat.
Ditinjau dari pertumbuhan dari perkembangan bayi, periode neonatal adalah  periode yang paling rentan akan banyak hal, seperti infeksi dan pengaturan tubuhnya, terutama pada bayi yang beratnya rendah saat melahirkan. Sehingga perlu pemberian ASI atau PASI yang mencukupi untuk  membantu bayi dalam  keadaan sehat dan menurunkan angka kematian bayi. Manajemen yang baik pada waktu masih dalam  kandungan, selama persalinan, segera sesudah melahirkan dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya akan menghasilkan bayi yang sehat.

B.     Tujuan

Dengan makalah ini penyusun berharap agar mahasiswa dapat lebih mengerti dan memahami beberapa kelainan pada bayi baru lahir , contohnya hipotermi .







BAB II
PEMBAHASAN


A.    Definisi Hipotermia
Hipotermia adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C.Hipotermia bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan di seluruh tubuh (Edema Generalisata), menghilangnya reflex tubuh (areflexia), koma, hingga menghilangnya reaksi pupil mata. Disebut hipotermia berat bila suhu tubuh < 320C. Untuk mengukur suhu tubuh pada hipotermia diperlukan termometer ukuran rendah (low reading termometer) sampai 250C. Di samping sebagai suatu gejala, hipotermia dapat merupakan awal penyakit yang berakhir dengan kematian.
Beberapa jenis hipotermia, antara lain :
1.   Accidental hypothermia terjadi ketika suhu tubuh inti menurun hingga <35°c.>
2.   Primary accidental hypothermia merupakan hasil dari paparan langsung terhadap udara dingin pada orang yang sebelumnya sehat.
3.   Secondary accidental hypothermia merupakan komplikasi gangguan sistemik  (seluruh tubuh) yan serius. Kebanyakan terjadinya sih di usim dingin (salju) dan iklim dingin.

B.     Penyebab Hipotermia
Penyebab Hipotermi, yaitu:
1.      Yang pasti, ada kontak dengan lingkungan yang dingin.
2.      Adanya gangguan atau penyakit yang diderita.
3.      Penggunaan obat-obatan (alcohol, barbiturate, phenothiazine, insulin, steroid,β- blocker.
4.      Sepsis, hipotiroid, radang pancreas

C.    Gejala Hipotermia
Gejala dan Indikasi Penyakit Hipotermia
1.   Gejala awal hipotermia apabila suhu < 360C atau kedua kaki dan tangan teraba dingin.
Bila seluruh tubuh bayi teraba dingin, maka bayi sudah mengalami hipotermia sedang (suhu 320C - <360C).
2.   Gigi gemeretakan, merasa sangat letih dan mengantuk yang sangat luar biasa. Selanjutnya pandangan mulai menjadi kabur, kesigapan mental dan fisik menjadi lamban.
3.   Bila tubuh korban basah, maka serangan hiportemia akan semakin cepat dan hebat.
4.   Puncak dari gejala hipotermia adalah korban tidak lagi merasa kedinginan, tapi dia malah merasa kepanasan (dlm bukunya Norman Edwin disebut “paradoxical feeling of warmt”). Oleh karena itu si korban akan melepas bajunya satu per satu dan tetap masih merasa kepanasan.
5.   Hipotermia menyerang saraf dan bergerak dengan pelan, oleh karena itu sang korban tidak merasa kalau dia menjadi korban hipotermia. Dari sejak korban tidak bisa menahan kedinginan sampai malah merasa kepanasan di tengah udara yang terasa membekukan, korban biasanya tidak sadar kalau dia telah terserang hipotermia.
Pada bayi gejalanya bisa berupa:
-   Bayi tampak mengantuk
-   Kulitnya pucat dan dingin
-   Lemah
-   Lesu
-   Menggigil.

D.    Tanda-Tanda Klinis Hipotermia
a.       Hipotermia sedang:
-   Kaki teraba dingin
-   Kemampuan menghisap lemah
-   Tangisan lemah
-   Kulit berwarna tidak rata atau disebut kutis marmorata
b.      Hipotermia berat
-   Sama dengan hipotermia sedang
-   Pernafasan lambat tidak teratur
-   Bunyi jantung lambat
-   Mungkin timbul hipoglikemi dan asidosisi metabolik
c.       Stadium lanjut hipotermia
-   Muka, ujung kaki dan tangan berwarna merah terang
-   Bagian tubuh lainnya pucat
-   Kulit mengeras, merah dan timbul edema terutama pada punggung, kaki dan tangan (sklerema)
Menurut tingkat keparahannya,
Gejala Klinis hipotermia dibagi menjadi 3 ,
1.   Mild atau ringan
a.   Sistem saraf pusat: amnesia, apati, terganggunya persepsi halusinasi
b.   Cardiovaskular : denyut nadi cepat lalu berangsur melambat, meningkatnya tekanan darah.
c.   Penafasan: nafas cepat lalu berangsur melambat,
d.   Saraf dan otot: gemetar, menurunnya kemampuan koordinasi otot
2.   Moderate, sedang
a.   Sistem saraf pusat: penurunan kesadaran secara berangsur, pelebaran pupil
b.   Cardiovaskular: penurunan denyut nadi secara berangsur
c.   Pernafasan: hilangnya reflex jalan nafas(seperti batuk, bersin)
d.   Saraf dan otot: menurunnya reflex, berkurangnya respon menggigil, mulai munculnya kaku tubuh akibat udara dingin
3.   Severe, parah
a.   Sistem saraf pusat: koma,menurunnya reflex mata(seperti mengdip)
b.   Cardiovascular: penurunan tekanan darah secara berangsur, menghilangnya tekanan darah sistolik
c.   Pernafasan: menurunnya konsumsi oksigen
d.   Saraf dan otot: tidak adanya gerakan, menghilangnya reflex perifer
 
E.     Diagnosa Hipotermia
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan hasil  pengukuran suhu tubuh.

F.     Pencegahan dan Pengobatan Hipotermia
Prinsip penanganan hipotermia adalah penstabilan suhu tubuh dengan menggunakan selimut hangat (tapi hanya pada bagian dada, untuk mencegah turunnya tekanan darah secara mendadak) atau menempatkan pasien di ruangan yang hangat. Berikan juga minuman hangat(kalau pasien dalam kondisi sadar).
Pencegahan Hipotermia Pada Bayi:
a.   Bayi dibungkus dengan selimut dan kepalanya ditutup dengan topi. Jika bayi harus dibiarkan telanjang untuk keperluan observasi maupun pengobatan, maka bayi ditempatkan dibawah cahaya penghangat.
b.   Untuk mencegah hipotermia, semua bayi yang baru lahir harus tetap berada dalam keadaan hangat.
c.   Di kamar bersalin, bayi segera dibersihkan untuk menghindari hilangnya panas tubuh akibat penguapan lalu dibungkus dengan selimut dan diberi penutup kepala.

G.    Faktor Resiko Hipotermia
a.   Umur: bayi baru lahir, orang tua.
b.   Paparan dingin di luar ruangan: olahraga, memakai baju tipis.
c.   Obat dan intoksikan: etanol, phenothiazin, barbiturate, anestesi, bloker neuromuscular.
d.   Hormon: hipoglikemia, hipotiroidisme, kekurangan adrenalin, hipopituitarisme.
e. Neurologis: stroke, gangguan hipotalamus, Parkinson, Cedera sumsum tulang belakang.
f.    Multisistem: malnutrisi, sepsis, shock, gangguan hati dan ginjal.
g.   Luka bakar dan kelainan kulit eksfoliatif(mengelupas).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAPORAN PENDAHULUAN DIARE

LAPORAN PENDAHULUAN DIARE PADA DEWASA A.      DEFINISI ·          Diare adalah defekasi encer lebih dari 3 kali sehari dengan atau t...